Tanaman Anting-anting(acalypha australis L)
Famili : Euphorceae
Nama daerah : Anting-anting
Nama China : Tie Xian
Sifat kimiawi : Kandungan tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.
Efek Farmakologis : Antibiotik, anti radang, peluruh seni, Astringent, menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk.
Bagian tanaman yang digunakan: seluruh tanaman segar atau kering.
Cara Budidaya : Perbanyakan tanaman ini dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.
Resep tradisional :
1. Disentri Amoeba : Tanaman kering seluruh batang sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi sampai 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng: Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah
5. Pendarahan, luka bakar: herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ke tempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : tanamn kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
Saya, merupakan penulis dari Blog Pulosarinow, mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya. Konten Pulosarinow tidak saya isi dengan rutin, namun cenderung sesuai mood, sehingga pengisian artikel seolah intermitten. Bahkan sampai vakum hingga lebih dari 5 tahun, semenjak Blog Pulosarinow dibuat sekitar tahun 2011. Awalnya blog ini saya ini mengenai berbagai informasi mengenai manfaat dan deskripsi berbagai khasiat dari tanaman di sekitar kita, dan berbagai kegiatan di tempat asal Penulis, yaitu Dusun Pulosari. Seiring berjalannya waktu, penulis mulai merantau, meninggalkan desa tercinta, ke pulau seberang. Sehingga penulis tidak bisa mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi Dusun Pulosari saat ini secara real time. Mungkin berawal dari ini, penulis akan tetap mengisi blog ini dengan berbagai tulisan, dengan berbagai jenis topik, dari dunia herbal, kondisi di dusun pulosari, bahkan mungkin jika ada pengalaman menarik dari penulis di tempat rantau, insyaAllah akan saya tulis di si...

Komentar